4 Sungai Besar di Ambon Tercemar Bakteri E-Coli Parah

Empat sungai besar yang berada di Kota Ambon saat ini tercemar limbah sampah dan bakteri E-Coli dengan tingkat yang sangat berat. Empat sungai itu yakni Sungai Waai Batu Gantung, Waai Batu Gajah, Waai Tomu dan Waai Batu Merah.  “Dari hasil perkembangan, empat sungai yang ada di Kota Ambon sudah tercemari bakteri E-Coli dan total koli semuanya jauh di atas baku mutu yang ditentukan oleh pemerintah yang diatur dalam peraturan lingkungan hidup,” jelas Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan (Bapedalda) Maluku Fauzan Chatib kepada wartawan seusai mengikuti pembukaan Forum SKPD Lingkungan, Rabu (19/3/2014). Untuk meminimalisasi pencemaran sungai yang kian parah tersebut, kata Fauzan, ke depan pemerintah akan memantau pergerakan pencemaran selanjutnya akan mengambil langkah kongkrit untuk menurunkan kadar pencemaran yang ada di sungai-sungai tersebut.

Menurutnya, pencemaran sungai yang terjadi di Ambon karena masyarakat masih menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah. Selain itu, keempat sungai tersebut juga tercemari bakteri E-Coli karena adanya pembuangan limbah industri di aliran sungai. Hal ini juga lah yang menyebabkan debit air sungai semakin menurun.

“Masyarakat masih membuang sampah di sungai ini, itu yang menjadi masalah utama. Selain itu, limbah industri juga dibuang di sungai,” ujarnya.

Selain itu penyebab lain sungai menjadi tercemar adalah karena adanya peningkatan pembukaan lahan baru di daerah hulu sungai untuk pembangunan permukiman masyarakat. Hal ini juga yang menyebabkan banjir terjadi.

“Untuk mengantisipasi hal ini, maka perlu adanya koordinasi lintas instansi terkait untuk mengatasi masalah ini sehingga pencemaran sungai dapat diatasi,” ungkapnya.

Terkait masalah itu, aktivis lingkungan, Fahri Anwar meminta Pemerintah Kota Ambon agar jangan hanya berwacana soal penanganan masalah pencemaran sungai, namun harus bekerja nyata mengatasi masalah lingkungan hidup ini.

“Selama ini Pemerintah Kota Ambon hanya bisa berjanji dan berwacana, namun implementasi di lapangan sangat jarang dilakukan. Seharusnya, ada keseriusan dari Pemerintah Kota Ambon agar sungai-sungai yang ada, dapat dimanfaatkan dengan baik,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


six − 2 =

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>