Pendirian Pabrik Semen di Kaltim Masih Tunggu Kajian Lingkungan

Kaltim memiliki potensi Lime Stone (Batu Kapur) di Karst Sangkulirang hingga ke wilayah Berau. Telah banyak investor dalam negeri yang berminat menggarap potensi batu kapur tersebut untuk dijadikan bahan baku semen. Demikian diungkapkan Kepala Badan Perizinan dan Penanaman Modal Daerah (BPPMD) Kaltim, Didi Rusdiansyah, Kamis (9/1/2014). “Sudah banyak investor dalam negeri, kebanyakan dari Jakarta, yang menyatakan minat tertarik membangun pabrik semen di Karst Sangkulirang dan Berau,” kata Didi.BPPMD, kata Didi, sejak lama telah melakukan kajian ekonomi terkait potensi batu kapur yang terdapat di Kutim dan Berau tersebut. “Saya lupa berapa persis potensinya. Yang pasti berdasarkan kajian ekonomi yang kita buat, potensinya sangat menguntungkan. Makanya investor
banyak yang melirik,” ujarnya.

Namun, tidak hanya soal kajian ekonomi. Pemanfaatan potensi batu kapur di Kutim dan Berau harus memerhatikan aspek lingkungan. “Nah kajian lingkungannya itu yang buat Badan Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi,” ungkapnya.

Didi memaparkan, Pemprov Kaltim sangat berhati-hati dalam setiap proses pembangunan terutama dalam hal lingkungan. “Makanya Pak
Gubernur menerbitkan moratorium pertambangan supaya lingkungan juga tetap terjaga. Jadi tidak hanya asal eksploitasi saja,” katanya lagi.
Termasuk soal pemanfaatan potensi batu kapur tersebut, menurut Didi harus melalui kajian lingkungan yang mendalam.

“Kita ingin, pembangunan berjalan selaras dengan lingkungan. Jangan sampai, pembangunan pabrik semen tersebut menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan,” urai Didi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


× three = 15

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>