Apa Itu Bangunan Hijau?

Apa yang ada di pikiranmu ketika mendengar green building atau bangunan hijau? Asosiasi bangunan hijau sebagai bangunan sehat, ramah lingkungan, dan hemat energi adalah beberapa jawaban yang kerap muncul. Namun, hal yang lebih penting untuk dipahami, yang menjadi akar dari poin-poin di atas, adalah konsep dari green itu sendiri, yakni keberlanjutan atau sustainability.

Continue reading

Pelatihan Pengelolaan Air (Water Treatment)

Pelatihan Pengelolaan Air (Water Treatment)-Pemerintah Indonesia mengeluarkan peraturan terbaru melalui UU No 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Banyak pasal di dalam peraturan ini yang berisi denda 1 – 10 milyar rupiah hingga penjara 1 – 3 tahun, apabila seseorang atau pelaku industri melanggar baku mutu di bidang lingkungan. Selain itu adanya Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) menjadi salah satu upaya pemerintah melalui Kementrian Lingkungan Hidup untuk mendorong penataan perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup melalui instrument informas

Continue reading

Pengembangan Desain Bangunan Ramah Lingkungan

Pengembangan Desain Bangunan Ramah Lingkungan - Saat ini pembangunan rumah atau bangunan berkonsep green building atau ramah lingkungan. Hal ini berkembang karena menjadi trend bagi pengembangan properti saat ini. Bangunan dengan konsep tersebut mempunyai kontribusi dalam menahan laju pemanasan global. Green building dirancang menggunakan proses yang sangat memperhatikan kelestarian lingkungan dan  penggunaan sumber daya yang efisien. Semua aspek penyusun rumah mulai dari desain eksterior dan interior mengaplikasikan sentuhan ramah lingkungan. Dari tahap perencanaan, konstruksi dan pemeliharaan pun dilakukan dengan cara yang tidak mempengaruhi kerusakan lingkungan.Beberapa hal perlu diperhatikan dalam membangun bangunan berkonsep green building.

Continue reading

Siasat Walikota Jakarta Timur Agar Sampah Tidak Dipandang Masalah, Tapi Sahabat

Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur mengajak para pelaku usaha di untuk bersama-sama dengan pemerintah dan masyarakat mengatasi permasalahan sampah di Jakarta Timur.Walikota Jakarta timur, mengatakan pihaknya tidak bisa sendirian mengatasi permasalahan sampah tanpa ada dukungan masyarakat dan para pelaku usaha. Untuk itu pihaknya bersama para pelaku usaha menggelar Deklarasi Jakarta Timur Peduli Sampah, Minggu (23/3/2014) sebagai bentuk komitmen memerangi sampah.Deklarasi ditandai dengan peresmian dua Tugu Adipura, masing-masing di interchange Cawang, Jatinegara dan kupingan fly over Jalan Pemuda, Pulogadung, Minggu pagi. Hadir dalam deklarasi itu sejumlah pelaku usaha di Jakarta Timur bersama para tokoh masyarakat.

Continue reading

Bambang Berharap Tiap Desa Miliki Bank Sampah

elama ini pengelolaan sampah di Purworejo masih dalam taraf mengkhawatirkan. Kesadaran masyarakat untuk memilah dan memanfaatkan sampah masih sangat rendah. Untuk itu Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Purworejo berupaya membentuk bank sampah di tiap desa dan kelurahan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala KLH Purworejo, Bambang Sugito ketika ditemui Tribun Jogja di sela acara pelatihan pengelolaan sampah di pendapa Kecamatan Purworejo, Selasa (25/3). Melalui pelatihan yang menghadirkan narasumber dari DIY ini, Kantor Lingkungan Hidup Purworejo ingin membentuk bank sampah di tiap desa dan kelurahan.

Continue reading

Pelatihan Pengelolaan Sampah Pasar Tradisional Angkatan V -VII, 2014

Pelatihan Pengelolaan Sampah Pasar Tradisional- Keberadaan pasar tradisional yang identik dengan sampah tidaklah sepenuhnya benar. Berbicara pasar tradisional identik dengan sampah yang menumpuk tidaklah selalu benar. Sampah merupakan permasalahan yang terjadi hampir diseluruh pasar tradisional di Indonesia. Sebagian besar masyarakat  beranggapan bahwa sampah merupakan benda sisa atau yang sudah rusak atau yang dianggap sudah tidak terpakai. Karena itu, sampah perlu dibuang ke suatu tempat karena bisa mengganggu, apakah karena baunya, atau bisa menjadi sarang penyakit, atau mengganggu estetika permukiman. Selama ini sebagian besar pasar tradisional dalam mengelola sampah masih bertumpu pada pendekatan akhir (end of pipe), yaitu sampah dikumpulkan, diangkut, dan dibuang ke tempat pemrosesan akhir sampah (TPA). Hal ini berpotensi besar melepas gas metan (CH4) yang dapat meningkatkan emisi gas rumah kaca dan memberikan kontribusi terhadap pemanasan global. Selain itu juga diperlukan biaya yang tidak sedikit untuk mengangkut sampah tersebut ke TPA.Sampah pasar menduduki urutan kedua setelah sampah domestik. Sampah yang dihasilkan pasar tradisional didominasi sampah organik. Sampah pasar sering menggunung di TPS karena tidak terangkut setiap hari. Bau dan pemandangan tidak sedap yang ditimbulkan membuat masyarakat sekitar hidup tidak nyaman. Permasalahan sampah pasar tersebut bisa diminimalkan dengan mengolah sampah.

Continue reading