Pahlawan Penyelamat Lingkungan Madiun, Mbah Saekan Tutup Usia

Pahlawan penyelamat dan pelestari lingkungan di sekitar Lereng Gunung Wilis, Saekan tutup usia. Penerima berbagai penghargaan mulai dari Gubernur, Menteri hingga tingkat Presiden ini, tutup usia pada Jumat (21/3/2014) sekitar pukul 15.00 WIB.Pria penyelamat sekitar 910 hektar lahan kritis di Lereng Gunung Wilis wilayah Kabupaten Madiun ini, tutup usia saat menginjak 65 tahun. Saekan meninggalkan seorang istri, Ny Tarmi, dua orang anak yakni Hartono dan Udi Jatmiko serta dua orang cucu.”Pagi kemarin Bapak masih ke kebun. Sepulang berkebun sempat minta dipijat. Sekitar jam satu siang, setelah makan siang turun hujan itulah, sekitar 2 jam selanjutnya sudah tak bernafas,” terang Hartono anak pertama almarhum Mbah Saekan kepada Surya, Sabtu (22/3/2014).

Selama berjuang sekitar 40 tahun menyelamatkan lereng Gunung Wilis yang gundul, pria kelahiran 1949 ini, meraih sejumlah penghargaan sebagai Penyelamat dan Pelestari Lingkungan.

Diantaranya, Penghargaan Penyelamat Lingkungan dari Gubernur Jawa Timur Imam Utomo Tahun 2007, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono Tahun 2008, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro Oktober 2008, serta dari Menteri Kehutanan MS Ka’ban Tahun 2009.

Selain sebagai Kepala Rumah Tangga, Saekan selama ini dikenal sebagai Ketua Kelompok Tani Argo Mulyo yang menyelamatkan sekitar 910 hektar lahan kritis di lereng Gunung Wilis.

Sementara jenazah korban bakal dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) desa setempat hari ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


+ three = 8

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>