Risma Paparkan Pembangunan Surabaya Berbasis Lingkungan

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyebut Kota Surabaya di bawah kepemimpinannya mencoba menjalankan segala bentuk pembangunan dengan menggunakan wawasan lingkungan. Hal tersebut diungkapkan Risma di hadapan ratusan pegiat lingkungan dalam gelaran Rapat Akbar Gerakan Lingkungan Hidup Indonesia di Tennis Indoor Senayan, Selasa (11/3/2014).”Kami di Surabaya membangun bukan sekadar bagaimana mengelola lingkungan, tetapi dengan hati karena dengan kebersamaan kami bisa menjadi kota yang merdeka. Merdeka dari kemiskinan dan bentuk penjajahan lain,” ujarnya.

Risma mengatakan pihaknya mencoba mengajak semua pihak untuk melakukan pembangunan dengan berbasis lingkungan, termasuk dalam pengelolaan pertanian yang dilakukan para petani.

Hasilnya di beberapa tempat, para petani yang sudah menerapkan pertanian berbasis lingkungan berhasil memajukan pertanian mereka.

“Di surabaya barat sudah mulai naik, mereka sudah mulai menjadi petani-petani sukses,” imbuh Risma.

Begitu juga dengan kehidupan nelayan dan petani garam di Surabaya yang ia dorong untuk mengembangkan pola pikir pembangunan berbasis lingkungan. Nelayan ia minta untuk menjaga kelestarian kawasan mangrove sehingga saat ini mulai terasa dampak positifnya.

“Secara perlahan dengan mengelola mangrove dengan baik, hasil ikan mereka menjadi luar biasa. Kami di Surabaya petani dan nelayan bisa memperoleh kehidupan layak,” tuturnya.

Risma juga mengatakan, semua warga turut berpartisipasi dalam pengembangan pembangunan berbasis lingkungan di Surabaya. Setiap warga di Surabaya diminta untuk mengelola sampah di tempat masing-masing sehingga sampah tak terpakai tidak mengotori lingkungan dan bahkan menjadi hal yang produktif.

“Mereka tidak hanya menjadikan lingkungan bersih, tapi bahkan mendapat keuntungan dari pengelolaan sampah,” katanya.

Risma juga menuturkan, siswa-siswa di sekolah Surabaya sejak usia dini telah dibiasakan dan diperkenalkan dengan kebiasaan menjaga dan menghormati lingkungan. Hal ini untuk membiasakan pola pikir mereka sejak awal.

Menurut Risma, tingkat pembangunan yang tinggi dan cepat tidak harus dilakukan dengan mengorbankan kelestarian alam. Masih banyak cara-cara yang lebih ramah lingkungan dalam membangun perekonomian sebuah kota.

“Karenanya, pertumbuhan ekonomi yang besar jangan justru membuat banjir, atau membuat kesenjangan. Mari kelola lingkungan dengan baik sehingga kita tidak perlu takut longsor dan banjir, karena kita bisa bersahabat dengan alam,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


9 − five =

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>